Review Manfaat Kayu Manis di Indonesia

Foto oleh Taste of Home

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan bentang alam tropis. Indonesia telah dinyatakan sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Ada sekitar 40.000 spesies tanaman endemik di Indonesia yang 6.000 di antaranya merupakan tanaman obat. Kayu manis adalah salah satu tanaman obat yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Kayu manis diklasifikasikan dalam genus Cinnamomum, famili Lauraceae, dan pertama kali diklasifikasikan pada tahun 1760. Kayu manis merupakan genus yang populer di antara famili Lauraceae, selain genus Persea dan Laurus. Tanaman kayu manis yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah C. burmannii B. dengan daerah produksi di Sumatera Barat dan Jambi. Produk ini dikenal sebagai cassia-vera atau Korinjii cassia

C. cassia terutama diproduksi di Indonesia yang memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat dibandingkan C. burmannii B. Varietas ini murah dan biasa dibeli di pasaran sebagai bumbu dapur. Kayu manis bermanfaat dalam pengobatan berbagai gangguan saluran pencernaan seperti dispepsia, perut kembung, diare dan sebagai penambah nafsu makan. Kandungan senyawa aktif biologis yang terdapat pada kayu manis antara lain tanin, flavonoid, saponin, eugenol dan minyak atsiri. Senyawa ini diyakini memiliki aktivitas antimikroba, antidiabetik, antiinflamasi dan antikanker

Manfaat kayu manis adalah kemampuannya untuk melawan radikal bebas. Kayu manis mengandung antioksidan kuat seperti polifenol. Antioksidan membantu mencegah kerusakan akibat radikal bebas. Karena mengandung antioksidan yang kuat, kayu manis juga dapat digunakan sebagai pengawet makanan yang aman dan dapat membantu melawan infeksi, yaitu membantu memperbaiki jaringan yang rusak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan di dalamnya memiliki sifat antiinflamasi yang kuat.

Kayu manis juga dikenal untuk mencegah penyakit jantung, salah satu penyebab kematian paling sering di dunia. Seorang pasien diabetes, setelah minum setengah sendok teh kayu manis setiap hari, ternyata menunjukkan efek yang baik yaitu menurunkan kadar low-density lipoprotein (LDL), sekaligus meningkatkan high-density lipoprotein (HDL). Kayu manis dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin adalah salah satu hormon utama yang memandu metabolisme dan energi. Hormon ini penting untuk mengangkut gula dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Beberapa manusia kebal terhadap pengaruh insulin, kondisi ini umumnya terlihat pada seseorang dengan sindrom metabolik dan diabetes. Kayu manis dapat melemahkan resistensi insulin, sehingga mendukung hormon ini untuk melakukan aktivitasnya. Peningkatan sensitivitas insulin akan menurunkan gula darah. Kayu manis memiliki efek antidiabetes yang kuat, dapat mengurangi penyakit neurodegeneratif dan mencegah kanker. Kanker adalah penyakit berbahaya yang mengontrol perkembangan sel yang tidak bertanggung jawab. Sebuah penelitian pada tikus dengan kanker usus membuktikan bahwa kayu manis mempengaruhi enzim detoksifikasi di usus. Selain itu, kayu manis juga melindungi tubuh dari pertumbuhan kanker lebih lanjut.

Kayu manis dapat membantu mengobati infeksi bakteri dan jamur, Cinnamaldehyde adalah senyawa aktif utama kayu manis yang dapat menyembuhkan berbagai jenis infeksi. Minyak kayu manis dianggap baik dalam mengobati infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh jamur. Selain itu, kayu manis juga efektif melawan bakteri tertentu seperti Salmonella dan Listeria.

Penulis : Tridiganita Intan Solikhah, drh., M.Si.

Referensi terkait tulisan di atas:

https://worldresearchersassociations.com/Archives/RJBT/Vol(17)2022/October%202022/Beneficial%20Impacts%20and%20Phytocomponents%20of%20Cinnamomum%20in%20Indonesia.aspx

Khairullah, A. R., Solikhah, T. I., Hanisia, R. H., Atsa, C. and Arengga, Y (2022). Beneficial Impacts and Phytocomponents of Cinnamomum in Indonesia: A Review. Research Journal of Biotechnology, 17(10): 114-123.

Leave a Comment