Mengenal Diabetes Melitus Anak

Foto oleh diabetes.org.nz

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diabetes dikenal juga oleh masyarakat sebagai ‘penyakit gula’ atau ‘kencing manis’. Diabetes melitus sering dijumpai pada kasus dewasa. Namun data menunjukkan bahwa akhir-akhir ini kejadian DM anak semakin meningkat. Diabetes melitus anak dan dewasa secara pathogenesis, awal mula terjadi, klinis dan tata laksananya berbeda.Pada dewasa lebihs erring dijumpai DM tipe 2 sedangkan pada anak lebih sering dijumpai tipe 1. Pada anak dikenal 3 macam diabetes melitus, antara lain diabetes tipe 1, 2 dan monogenic. Diabetes monogenic ini lebih jarang dijumpai dibandingkan tipe 1 dan 2.

Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin, hal ini sebagian besar proses kerusakan sel panghasil insulin ini diperantarai proses autoimun. Sedangkan pada diabetes tipe 2, sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap hormon insulin, meskipun produksi dan kadar hormon insulin normal. Insulin adalah hormon yang dihasilkan di dalam pankreas. Hormon ini berfungsi untuk membantu sel-sel tubuh mengambil gula dari darah dan mengubahnya menjadi energi.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 dari Segi Penyebab

Pada diabetes tipe 1, sel-sel beta di pankreas mengalami kerusakan, sehingga produksi insulin menurun. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak dapat mengambil gula dari darah dan kadar gula darah meningkat.

Diabetes tipe 1 terjadi akibat adanya gangguan yang disebut autoimun, di mana antibodi yang seharusnya melindungi tubuh terhadap infeksi justru menyerang sel tubuh sendiri (kegagalan membedakan self dan non self). Dalam hal ini, yang diserang oleh antibodi adalah sel beta yang terdapat di dalam pankreas. Secara teori dasar terjadinya DMT1 diperantarai adanya interaksi antara genetic (polimorfisme HLA, CTLA4, dsb), epigenetic dan lingkungan ( antara lain infeksi virus, vitamin D, dsb).

Sementara pada diabetes tipe 2, insulin dapat diproduksi dengan normal, tetapi sel-sel tubuh kurang sensitif sehingga tidak bisa menggunakannya secara optimal. Diabates melitus tipe 2 ini sering diawali dengan proses resistensi insulin yang terjadi pada pasien obesitas. Akibatnya, kadar gula darah juga akan meningkat seperti pada diabetes tipe 1. Beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2, yaitu gaya hidup kurang aktif, obesitas, dan pertambahan usia.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 dari Segi Gejala

Diabetes tipe 1 dan tipe 2 sebenarnya memiliki gejala yang sama. Berikut ini adalah gejala yang dapat dialami oleh penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 akibat tingginya kadar gula darah dalam tubuh mereka:

Mudah hausMudah laparSering buang air kecilBerat badan turunMudah lelahPandangan kaburLuka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh
Lalu apakah yang membedakan gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2? Perbedaan gejala diabetes tipe 1 dan 2 terletak pada rentang waktu kemunculan gejala.

Gejala diabetes tipe 1 biasanya muncul pada usia anak dan berkembang dengan cepat. Sedangkan pada diabetes tipe 2, proses perlahan. Tidak jarang penderita diabetes tipe 2 baru menyadari penyakitnya setelah mengalami komplikasi yang serius.

Pada pasien yang menunjukkan gejala-gejala diabetes, dokter akan melakukan pemeriksaan gula darah, baik itu gula darah sewaktu (GDS), gula darah puasa (GDP), maupun hemoglobin A1C (HbA1c). Pemeriksaan HbA1c merupakan pemeriksaan yang paling ideal karena dapat memberikan informasi kadar rata-rata gula darah pasien selama 2–3 bulan terakhir.

Untuk memastikan apakah pasien menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2, dokter akan menganjurkan pemeriksaan antibodi untuk mendeteksi kadar antibodi yang menyerang sel-sel beta di dalam pankreas. Pemeriksaan antibodi ini dapat membedakan diabetes tipe 1 dan tipe 2, karena antibodi tersebut hanya dapat ditemukan pada diabetes tipe 1. Juga dapat dilakukan pemeriksaan cadangan residual sel beta pankreas, yaitu dengan melakukan pengecekan kadar peptide C.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 dari Segi Pengobatan

Penderita diabetes tipe 1 tidak dapat menghasilkan hormon insulin. Hal ini menyebabkan penderita diabetes tipe 1 bergantung pada pemberian insulin dari luar. Penderita diabetes tipe 1 perlu menyuntikkan insulin ke tubuhnya beberapa kali sehari dan memantau kadar gula darahnya secara ketat.

Sementara penderita diabetes tipe 2 biasanya tidak membutuhkan insulin di tahap awal penyakit, karena tubuhnya masih menghasilkan insulin. Diabetes tipe 2 yang masih berada dalam tahap awal dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, seperti menghindari konsumsi makanan yang tinggi kalori, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal. Apabila tidak ada perbaikan, barulah dokter akan memberikan obat-obatan atau insulin.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 dari Segi Usia Penderitanya

Diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja, sedangkan diabetes tipe 2 biasanya terjadi pada remaja dan dewasa. Penyakit diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2, tidak boleh diabaikan dan perlu ditangani dengan tepat. Jika tidak, akan muncul beragam komplikasi yang bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, bila Anda mengalami gejala-gejala diabetes atau memiliki risiko untuk terkena diabetes, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Oleh : Nur Rochmah, Muhammad Faizi, Yuni Hisbiyah, Rayi KP

Link: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35046698/

Leave a Comment